SURABAYA | klikku.id — Universitas Surabaya melalui Magister Kenotariatan Fakultas Hukum berkolaborasi dengan Notaris dan PPAT Alumni Ubaya menggelar seminar nasional bertajuk “Problematika LSD, LBS, LP2B, dan Lahan Hutan dalam Reforma Agraria Terkait Ketahanan Pangan Nasional,” Senin (25/05).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Ubaya Tenggilis mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan Direktur Landreform Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Rudi Rubijaya, sebagai narasumber utama.
Seminar nasional itu diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi, praktisi hukum, notaris, PPAT, hingga masyarakat umum yang ingin memahami persoalan reforma agraria dan kaitannya dengan ketahanan pangan nasional.
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Ubaya, Yoan Nursari Simanjuntak, menjelaskan bahwa seminar ini dilatarbelakangi munculnya berbagai persoalan di tengah masyarakat terkait implementasi kebijakan reforma agraria.
Menurutnya, kebijakan terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Baku Sawah (LBS), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), hingga lahan hutan kerap menimbulkan pertanyaan dan polemik di lapangan.
“Melalui seminar ini, Ubaya ingin menjadi jembatan pertemuan dan diskusi antara Kementerian Agraria RI dengan masyarakat secara langsung agar kebijakan pemerintah dapat dipahami secara lebih jelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi terkait pertanahan dan reforma agraria sehingga diharapkan muncul solusi yang tepat dan berkeadilan.
Yoan mengatakan, seminar nasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian diskusi ilmiah yang rutin digelar Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Ubaya sebagai bentuk kontribusi akademik dalam memberikan edukasi di bidang kenotariatan dan pertanahan.
“Seminar ini diharapkan menjadi penyemangat bagi berbagai pihak untuk ikut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan pertanahan di Indonesia,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Magister Kenotariatan Ubaya bekerja sama dengan Notaris dan PPAT Alumni Ubaya. Ketua NPAU, David Hardjo, menilai kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi kuat antara alumni dan kampus dalam menghadirkan kegiatan strategis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“NPAU memiliki jaringan alumni yang luas dengan tokoh-tokoh kunci, sedangkan Magister Kenotariatan Ubaya menjadi penyedia sarana peningkatan keilmuan. Kolaborasi ini sangat produktif dan menjadikan kegiatan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
#Rigi
