Surabaya | klikku.id – Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Balai Kota Surabaya, Minggu (17/8), dimaknai berbeda oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Tak hanya sekadar seremoni, Wali Kota Eri Cahyadi mengajak warganya untuk benar-benar merdeka.
“Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari putus sekolah, dan merdeka dari stunting. Selagi itu masih ada, Surabaya sejatinya belum merdeka sepenuhnya,” tegas Eri, seusai memimpin upacara di halaman Balai Kota.
Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya simbol pengibaran bendera atau perayaan tahunan, melainkan perjuangan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam momentum itu, Eri juga menekankan pentingnya gerakan Kampung Pancasila. Program ini didorong sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di tingkat RW, dengan menggerakkan pemuda agar menjadi motor penggerak perubahan.
“Semangatnya kita ambil dari peristiwa Rengasdengklok, ketika para pemuda mendorong pemimpin untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Dari sana kita belajar, pemuda harus berperan nyata di lingkungannya,” ujarnya.
Hingga kini, Pemkot telah meluncurkan Kampung Pancasila di 1.360 RW. Di sana, warga diajak bergotong royong membantu sesama, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan solidaritas.
Pembentukan Kampung Pancasila ini ditegaskan lewat Keputusan Wali Kota Surabaya tentang Satgas Kampung Pancasila yang diterbitkan 2 Juli 2025. Satgas tersebut menjadi kelanjutan dari Program Kampung Madani, yang sebelumnya sudah berjalan di seluruh RW.
Jika Kampung Madani fokus pada peningkatan kesejahteraan berbasis wilayah, maka Kampung Pancasila memperluas peran sosial dengan menguatkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan persatuan.
“Harapan kami, semangat gotong royong ini bisa melahirkan Surabaya yang benar-benar merdeka. Bukan hanya dari penjajahan, tapi dari segala bentuk penderitaan sosial,” pungkas Eri. R3d
