Surabaya | klikku.id – Ada yang berbeda di Petra Christian University (PCU) Surabaya, Sabtu (23/8). Selasar Gedung Q, lantai 3, Kampus Timur mendadak jadi ruang kreativitas ratusan orang.
Sekitar 200 peserta duduk berjejer, menggoreskan pena, pensil, hingga kuas di atas kertas. Mereka larut dalam Sketsa Akbar Arsitektur 2025, perhelatan besar yang digagas Architecture Department PCU untuk merayakan HUT ke-80 RI.
Mengusung tema “Goresan untuk Dirgahayu ke-80 RI”, acara ini mengajak masyarakat merasakan pengalaman jadi “arsitek” sejenak. Bukan sekadar menggambar, tapi menuangkan visi tentang kota ideal versi masing-masing.
“Sketsa itu fondasi. Meski dunia arsitektur kini dipenuhi teknologi canggih dan kecerdasan buatan, tidak ada yang bisa menggantikan kehangatan sentuhan tangan manusia,” tegas Eunike Kristi Julistiono, dosen PCU sekaligus penanggung jawab acara.
Dalam pandangan Eunike, arsitektur bukan sekadar bangunan. Ia membentuk perilaku, kebahagiaan, dan kualitas hidup manusia. Semua itu berawal dari sketsa. Karena itu, kegiatan menggambar bersama ini punya pesan kuat: arsitektur adalah milik semua orang, bukan monopoli arsitek.
Peserta yang hadir pun tidak datang dengan tangan kosong. Mereka dibekali sketch kit berisi clipboard, kertas gambar, dan alat tulis. Selama 120 menit, mereka bebas menggambar lanskap atau desain arsitektur di sekitar kampus, dengan sentuhan nuansa Dirgahayu RI ke-80.
Dari ratusan karya yang terkumpul, panitia memilih beberapa pemenang dengan kategori khusus: karya arsitektur terbaik dan karya bertema Dirgahayu RI terbaik. Seluruh karya juga akan dipamerkan dan didokumentasikan secara digital.
Kemeriahan tidak berhenti di situ. Sejumlah workshop dan talkshow turut digelar. Mulai dari “Peran AI dalam Arsitektur” oleh Dr. Bramasta Putra Redyantanu dan Stephanus Wirawan Dharmatana, “Basic Architectural Sketch” oleh Ar. Lina Kumala, hingga “Manual Rendering in Architecture” oleh Christian Ticualo. Ada pula talkshow “Masa Depan Profesi Arsitek” bersama Ar. Aloysius Erwin Siahaan.
“Acara ini bukan hanya untuk mahasiswa arsitektur, tapi untuk masyarakat luas. Kami ingin mengajak semua orang melihat arsitektur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambah Eunike.
Sketsa Akbar Arsitektur 2025 juga menjadi rangkaian dari ArchiExpo 2025 yang berlangsung 21–23 Agustus 2025.
Agenda tahunan ini rutin memamerkan karya mahasiswa PCU sekaligus menjadi sarana edukasi publik tentang isu terkini dunia arsitektur. @Man
