Kasuistika Peristiwa

Senin, 10 November 2025 - 14:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Warga Surabaya Minta Presiden Prabowo “Memerdekakan” Surat Ijo

SURABAYA | klikku.id – Ribuan warga penghuni lahan Surat Ijo kembali turun ke jalan, Senin (10/11), menuntut penyelesaian nasib tanah yang sudah mereka tempati turun-temurun.

Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto turun tangan mengakhiri polemik puluhan tahun tersebut.

Aksi damai digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, diikuti berbagai elemen masyarakat dari forum warga, pensiunan pejuang, hingga komunitas penggiat hak tanah.

Ketua Aliansi Surat Ijo Surabaya, Saleh Alhasni, mengatakan warga meminta Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat.

“Kami berharap Gubernur bisa menyampaikan langsung ke Presiden Prabowo agar masalah ini dituntaskan. Warga sudah terlalu lama menunggu kepastian,” ujarnya.

Masalah Surat Ijo merupakan warisan kolonial yang hingga kini belum tuntas. Berdasarkan data 2016, total lahan berstatus Surat Ijo di Surabaya mencapai 14 juta meter persegi, atau hampir setengah luas kota. Di atas lahan itu berdiri ribuan rumah yang dihuni sekitar 500 ribu jiwa.

Warga menilai kebijakan Pemkot Surabaya tidak adil karena mereka tetap diwajibkan membayar uang sewa tanah setiap tahun, selain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kami membayar dua kali untuk lahan yang kami tempati puluhan tahun. Ini memberatkan,” kata Soeharto dari Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI).

Upaya hukum warga pun kerap kandas. Sejumlah gugatan dinyatakan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) alias tidak dapat diterima karena dianggap tidak memiliki legal standing.

Bahkan kemenangan warga Barata Jaya di tingkat Mahkamah Agung pada 2005 dibatalkan lewat Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot Surabaya.

Warga juga pernah mengadukan persoalan ini ke Komisi II DPR RI pada 2021, namun hingga kini belum ada hasil konkret.

“Kami hanya ingin tanah yang kami huni bisa bersertifikat hak milik. Ini soal keadilan,” kata Satriyo Kendro dari Komunitas Pejuang Surat Ijo.

Meski Gubernur Khofifah tidak dapat menemui massa karena sedang dinas luar kota, warga tetap berharap suara mereka didengar Presiden.

“Kami ingin Prabowo memerdekakan Surat Ijo di Surabaya,” tegas Saleh.

Polemik ini menjadi salah satu pekerjaan rumah besar di awal masa pemerintahan Presiden Prabowo — harapan agar “Surat Ijo” benar-benar berubah menjadi “Surat Merdeka” bagi rakyat kota pahlawan. Nughie


 

143

Baca Lainnya