Ekonomi Bisnis Kerjasama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:38 WIB

24 jam yang lalu

logo

ParagonCorp Perkuat Riset Multi-Omics, Bidik Pemahaman Baru soal Kulit Orang Indonesia

YOGYAKARTA | klikku.id – ParagonCorp memperluas riset mengenai karakteristik kulit masyarakat Indonesia. Perusahaan beauty tersebut menggandeng Corpora Science, untuk mengembangkan penelitian berbasis multi-omics, sebagai kelanjutan dari riset genomik kulit masyarakat Indonesia yang telah dimulai sejak 2021.

Langkah ini dilakukan karena karakter kulit masyarakat Indonesia dinilai memiliki keunikan tersendiri. Selain faktor genetik, kondisi kulit juga dipengaruhi lingkungan tropis, paparan sinar matahari, kelembapan, polusi, pola makan hingga gaya hidup.

Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan riset menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan masyarakat sebelum menghasilkan inovasi.

“Bagi kami, riset bukan sekadar cara menciptakan produk. Riset adalah cara memahami manusia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sari, Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan penelitian berkelas dunia. Karena itu, ParagonCorp tidak ingin sekadar mengadopsi hasil riset dari negara lain, tetapi membangun pengetahuan berdasarkan karakteristik masyarakat Indonesia sendiri.

Pendekatan multi-omics memungkinkan peneliti melihat kondisi biologis dari berbagai lapisan data secara bersamaan. Data genomik nantinya dapat dikombinasikan dengan informasi lain melalui kajian metabolomik, lipidomik, dan proteomik.

Dengan pendekatan tersebut, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan faktor genetik, proses biologis, serta lingkungan terhadap kondisi kulit.

Penelitian akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, data genomik yang telah dimiliki ParagonCorp akan dihubungkan dengan lapisan data biologis lainnya sebelum dikembangkan menuju analisis multi-omics yang lebih luas.

Direktur Operasional Corpora Science, Saptogiri, mengatakan kompleksitas manusia tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu jenis data.

“Tidak ada satu jenis data yang dapat menjelaskan seluruh kompleksitas manusia. Ketika berbagai informasi biologis dihubungkan secara tepat, kita berpeluang memperoleh gambaran yang lebih utuh,” katanya.

Kolaborasi tersebut juga mencakup pemanfaatan fasilitas laboratorium, transfer pengetahuan antarpeliti, serta penyusunan publikasi ilmiah bersama.

Bagi ParagonCorp, hasil riset tidak harus selalu berujung pada produk baru. Penelitian juga menjadi sarana membangun pengetahuan dan memperkuat fondasi inovasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Dengan riset multi-omics ini, ParagonCorp berharap inovasi kecantikan yang dikembangkan ke depan tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Tetapi benar-benar berangkat dari pemahaman ilmiah mengenai manusia dan lingkungan tempat mereka hidup. AM@n


 

12

Baca Lainnya