Ekonomi Bisnis Pendidikan Transportasi

Senin, 15 Desember 2025 - 20:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Serat Kelapa Jadi Senjata Baru, Pengrajin Rotan Gading Watu Bangkit dari Tekanan Zaman

GRESIK | klikku.id – Industri mebel rotan tradisional di Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti, perlahan menemukan napas baru.

Di tengah keterbatasan bahan baku rotan alami dan tuntutan pasar yang kian kompetitif, inovasi berbasis serat kelapa mulai membuka peluang kebangkitan industri rumahan yang telah hidup sejak era 1970-an itu.

Sebanyak 20 pengrajin rotan setempat mengikuti pelatihan produksi mebel dengan teknik cetak cold press berbahan komposit serat kelapa dan resin.

Pelatihan ini digagas tim dosen Petra Christian University (PCU) sebagai bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua tim pelaksana, Dr. Adi Santosa, S.Sn., M.A.Arch., menjelaskan bahwa serat kelapa dipilih karena memiliki kekuatan mekanis yang baik, ramah lingkungan, serta mudah diperoleh dari limbah pertanian lokal.

“Material ini bisa menjadi alternatif penguat yang efektif untuk produk kriya rotan, sekaligus menekan ketergantungan pada rotan alam yang makin langka,” ujarnya.

Pelatihan yang digelar 11 Desember 2025 itu tak hanya bersifat teoritis. Para pengrajin diajak praktik langsung, mulai dari penyiapan bahan, penataan serat kelapa ke dalam cetakan, penuangan resin, proses pengepresan, hingga pembongkaran hasil cetak.

Dalam waktu sekitar 30 menit, cetakan sudah bisa dibuka dan siap dikembangkan menjadi produk mebel, seperti stool atau elemen furnitur lainnya.

Selain aspek teknis, peserta juga mendapat pembekalan manajemen produksi dan bisnis agar inovasi material sejalan dengan peningkatan daya saing usaha.

Menurut Dr. Adi, pendekatan ini penting agar pengrajin tidak hanya mahir memproduksi, tetapi juga mampu membaca peluang pasar dan mengembangkan desain yang lebih variatif.

Inisiatif ini dinilai sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendorong industri kecil yang inovatif dan ramah lingkungan.

Lebih jauh, inovasi serat kelapa diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali melirik industri kriya rotan yang kini tampil lebih modern, adaptif, dan bernilai ekonomi tinggi.

Dengan teknologi sederhana namun aplikatif, pengrajin Gading Watu kini memiliki harapan baru, yakni mempertahankan warisan keterampilan leluhur. Sekaligus menatap pasar nasional dan regional dengan kepercayaan diri yang lebih kuat. AMan


 

202

Baca Lainnya