Daerah

Minggu, 26 April 2026 - 20:16 WIB

4 jam yang lalu

logo

Dok Foto : ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok Foto : ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Pisah Kenang Pengawas dan Kasek Kecamatan Geger, Momentum Menjaga Integritas Pendidikan Bangkalan

BANGKALAN | klikku.id – Suasana haru dan penuh keakraban menyelimuti agenda pisah kenang pengawas pendidikan dan kepala sekolah se-Kecamatan Geger yang digelar di kawasan Longladag Lanjang, Mlajah, Minggu (26/4). Kegiatan yang dikemas sederhana namun sarat makna itu menjadi momen perpisahan bagi satu pengawas sekolah yang memasuki masa purna tugas, satu pengawas yang dimutasi, serta tiga kepala sekolah yang juga resmi menuntaskan masa pengabdiannya di Kecamatan Geger.

Dalam acara tersebut, nama-nama yang dilepas dengan penuh penghormatan di antaranya Bapak Moh. Suidi S.Pd., M.Pd, Bapak Moh. Amyasun S.Pd., Ibu Suhailiyah S.Pd., Ibu Siti Aisyah S.Pd., serta Ibu R. Siti Ayu Marthi S.Pd.
Bagi insan pendidikan di Kecamatan Geger, agenda itu bukan sekadar seremoni perpisahan. Lebih dari itu, pisah kenang menjadi ruang melepas jejak pengabdian, mengenang perjalanan panjang dalam dunia pendidikan, sekaligus menitipkan harapan agar tata kelola pendidikan di Bangkalan semakin baik ke depan.

Moh. Amyasun, yang selama ini dikenal sebagai figur pengawas pendidikan di wilayah Geger, menyampaikan bahwa setelah pembubaran korwil, dirinya memang sudah cukup lama tidak lagi bertemu dengan banyak rekan sejawat dalam forum formal. Karena itu, momen pisah kenang tersebut menjadi ruang silaturahmi yang terasa hangat sekaligus reflektif.

“Sudah lama kami tidak berjumpa sejak korwil dibubarkan. Mudah-mudahan pendidikan di Kabupaten Bangkalan ke depan lebih baik, lebih bersih, dan benar-benar bebas dari pungutan liar dalam bentuk apa pun,” ujar Amyasun.

Menurutnya, dunia pendidikan tidak cukup hanya ditopang oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga harus dibangun dengan integritas tata kelola yang bersih dan akuntabel. Ia menegaskan, persoalan pungutan liar dan iuran yang selama ini kerap membayangi pengelolaan pendidikan harus benar-benar dihentikan.

Amyasun berharap pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke depan semakin transparan dan terbebas dari praktik pungutan maupun iuran yang membebani sekolah, termasuk yang kerap muncul di lingkungan organisasi profesi seperti KKKS dan MKKS.

“Pengelolaan dana BOS harus benar-benar bersih, bebas pungli dan iuran, terutama yang kadang muncul di tubuh organisasi profesi seperti KKKS maupun MKKS. Pendidikan harus dijaga marwahnya,” tegasnya.

Pesan itu menjadi salah satu catatan penting yang mengemuka dalam momen perpisahan tersebut. Sebab bagi para pendidik senior, pengabdian bukan hanya soal menuntaskan masa kerja, tetapi juga tentang meninggalkan nilai yang tetap hidup setelah tugas berakhir.

Di tengah suasana santai dan penuh kekeluargaan, pisah kenang itu pun terasa bukan sekadar pelepasan jabatan, melainkan peneguhan pesan moral bahwa dunia pendidikan Bangkalan harus tumbuh lebih sehat, lebih jujur, dan lebih bermartabat.

Bagi Amyasun dan para pendidik yang dilepas hari itu, pengabdian mungkin selesai di meja tugas. Namun harapan agar pendidikan Bangkalan tetap berjalan di jalur yang bersih, adil, dan bebas pungli, menjadi pesan yang mereka tinggalkan untuk generasi penerus.

#Anam

36

Baca Lainnya