Daerah Ekonomi Bisnis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:21 WIB

2 jam yang lalu

logo

Dok foto gambar ist illust KLIKKU.ID Anam Biro Bangkalan.

Dok foto gambar ist illust KLIKKU.ID Anam Biro Bangkalan.

Imron Sadewo Beri Klarifikasi, Media Penulis Pemberitaan Sebelumnya Sebut Masih Siapkan Laporan Lanjutan

Bangkalan | klikku.id – Polemik pemberitaan mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Arosbaya terus bergulir. Setelah menjadi sorotan dalam pemberitaan sebelumnya, Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Arosbaya, Imron Sadewo, akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus hak jawab atas informasi yang berkembang.

Imron menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri terhadap konfirmasi dari awak media. Menurutnya, komunikasi yang baik sangat diperlukan agar informasi mengenai pelaksanaan program pemerintah dapat disampaikan secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami terbuka untuk komunikasi. Kalau ada yang ingin ditanyakan mengenai dapur SPPG, silakan dikomunikasikan. Saya akan memberikan informasi sesuai dengan kewenangan saya,” ujar Imron.

Klarifikasi tersebut menjadi hak jawab Imron Sadewo atas pemberitaan sebelumnya yang menyoroti sikap Korcam SPPG Arosbaya dalam memberikan informasi terkait operasional dapur MBG.

Dengan adanya penjelasan dari pihak Korcam, diharapkan pemberitaan mengenai pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Arosbaya dapat disajikan secara proporsional, berdasarkan konfirmasi dari seluruh pihak yang berkepentingan serta tetap mengedepankan prinsip keberimbangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sementara itu, redaksi juga telah menghubungi pihak media yang sebelumnya menerbitkan pemberitaan tersebut guna memperoleh tanggapan sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan.

Dalam komunikasi melalui pesan singkat, pihak media menyampaikan bahwa dalam praktik jurnalistik perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar.

“Pastinya ada bang yang namanya jurnalistik ada pro kontra,” tulisnya.

Pihak media tersebut juga menyatakan masih menyiapkan pemberitaan lanjutan yang menurut mereka memuat informasi baru terkait dugaan menu makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi. Informasi itu, menurut keterangannya, berasal dari laporan oknum guru dan sejumlah siswa yang identitasnya tidak disebutkan.

“Nanti juga kami ada berita susulan tentang dugaan menu basi yang dilaporkan oleh oknum pegawai sekolah dalam hal ini guru dan beberapa siswa yang enggan disebutkan namanya,” tulisnya.

Saat dimintai tanggapan mengenai proses konfirmasi yang dilakukan sebelumnya kepada Korcam SPPG Arosbaya, pihak media menjelaskan bahwa permintaan informasi telah dilakukan, namun menurutnya masih terdapat kekurangan pada aspek spesifikasi informasi yang diperoleh.

“Tanggapan saya karena kemarin mau minta informasi mengenai dapur itu sudah benar, cuma spesifikasinya yang kurang,” katanya.

Ketika diminta menyebutkan identitas dan jabatannya untuk kepentingan pemberitaan, pihak tersebut memilih tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Ia justru menyampaikan bahwa media yang dipimpinnya akan menerbitkan pemberitaan lanjutan mengenai persoalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti maupun hasil verifikasi independen terkait dugaan menu basi sebagaimana disampaikan pihak media tersebut. Oleh karena itu, informasi tersebut masih sebatas klaim yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah serta proses verifikasi jurnalistik.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberitaan yang berimbang, Redaksi klikku.id membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi seluruh pihak yang berkepentingan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

#Anam KLIKKU.ID

31

Baca Lainnya