Daerah Pendidikan

Rabu, 10 September 2025 - 11:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Mahasiswa PCU Sulap Air Payau Jadi Bersih, Warga Sidoarjo Ikut Dibekali Ilmu Usaha

Sidoarjo | klikku.id – Dua masalah klasik warga pesisir, yakni sulitnya air bersih dan lemahnya daya saing usaha, mendapat jawaban dari tangan mahasiswa Petra Christian University (PCU) Surabaya.

Lewat program pengabdian masyarakat, mereka menghadirkan alat pemurni air payau (ALPAMAL) sekaligus pelatihan Business Model Canvas (BMC) bagi pelaku usaha lokal di Desa Tegalsari, Sidoarjo.

Kegiatan yang melibatkan 29 mahasiswa dari Civil Engineering Department dan Business Management Program ini digelar Minggu (24/8). Mereka tidak datang sekadar memberi bantuan, tetapi juga membekali warga dengan solusi praktis yang bisa dijalankan sehari-hari.

ALPAMAL, singkatan dari Alat Pemurni Air Payau dengan Material Lokal, dirancang untuk mengubah air payau yang keruh dan asin menjadi jernih dan layak digunakan. Hasil uji coba menunjukkan alat ini efektif membantu warga memenuhi kebutuhan dasar air bersih.

“Air yang biasanya asin dan keruh bisa langsung dipakai setelah disaring. Sangat membantu karena tidak perlu lagi sering membeli air bersih,” tutur salah satu warga Tegalsari.

Penyerahan alat dilakukan langsung oleh dosen pendamping, Dr. rer. Nat. Ir. Surya Hermawan, S.T., M.Eng., IPM., yang ikut memantau penerapan teknologi tersebut.

Selain membawa solusi teknis, mahasiswa PCU juga menguatkan sektor ekonomi. Mahasiswa Business Management memberikan pelatihan BMC, metode penyusunan strategi bisnis sederhana yang membantu pelaku usaha mengenali pelanggan, nilai produk, hingga cara mempertahankan konsumen.

Prof. Dr. Njo Anastasia, S.E., M.T., salah satu dosen pembimbing, menegaskan pentingnya pelatihan ini. “Warga di sini punya potensi usaha besar, dari hasil laut, laundry, hingga toko kelontong. Dengan BMC, mereka bisa lebih terarah mengembangkan usaha,” ujarnya.

Pelatihan ini disambut antusias warga yang selama ini mengandalkan usaha kecil sebagai sumber penghidupan.

Program pengabdian masyarakat ini membuktikan sinergi akademisi dan warga bisa melahirkan solusi nyata. ALPAMAL menjawab kebutuhan air bersih, sementara BMC membuka peluang usaha lebih luas.

“Harapan kami, dampak kegiatan ini berkelanjutan. Tidak hanya berhenti di Tegalsari, tetapi bisa direplikasi di desa-desa lain,” kata salah seorang mahasiswa PCU.

Dengan bekal alat dan pengetahuan, warga Tegalsari kini punya asa baru: akses air bersih yang lebih mudah sekaligus usaha kecil yang lebih berdaya saing. @Man


 

71

Baca Lainnya